Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

Saturday, May 4, 2013

Welcome to Namibia

Akhirnya tiba juga ke Windhoek, ibukota Namibia, kota yang berpenduduk cuma sekitar 330.000 jiwa. Dibandingkan dengan Jakarta sangat jauh keadaannya. Pertama kali mendarat di Hoseo Kutako sebetulnya agak-agak miris, maklum dari udara cuma terlihat lembah dan bukit-bukit yang gundul yang tidak jelas mau dibawa terbang dan mendarat ke mana saya ini.

Sejak dari Bangkok ke Johannesburg (short: Joburg) sudah kelihatan kalau mayoritas yang naik pesawat Thai Airways itu mayoritas kulit putih. Saya kurang yakin apakah karena yang mampu bepergian itu cuma orang-orang kulit putih atau karena memang mereka lagi melancong ke Asia Tenggara, apalagi Bangkok sebagai tujuan wisata utama.

Berangkat dari Suvarnabhumi tengah malam atau sekitar jam 01.30 dini hari membuat nunggu departure pesawat cukup lama, namun perjalanan berkisar 10 jam lebih akhirnya nyampai ke Joburg sekitar jam 07.30 pagi atau mundur 5 jam dari waktu keberangkatan di Bangkok. Transit 2 jam akhirnya saya dapat melanjutkan perjalanan ke Windhoek.

Orang item Afrika Selatan bilang Windhoek dengan logat yang kental /WINDHUK/ mereka bilang itu adalah Bahasa Afrikaans, maklum biasanya kita lebih suka menyebut sok ke Inggris-Inggrisan dengan /wind-hoke/ saya gemas karena dulu sebelum berangkat suka di olok-olok sama teman-teman di kantor saya bekerja dulu dengan menyebut /WINDHUK/ seperti kata /mblendhuk/ saja dalam bahasa Jawa yang kadang membuat saya seperti dicemoohkon. Well, hasilnya ternyata teman saya tidak salah, memang benar nyebutnya begitu.

Dalam perjalanan dari Joburg ke Windhoek cukup ramai, pesawat rasanya sempit karena orang-orangnya serasa besar-besar dan mayoritas tetap kulit putih, maklum saya membaca bahwa orang-orang di Windhoek itu banyak juga kulit putih yang mendominasi bisnis di Windhoek, dan meraka orang-orang keturunan Jerman, karena jaman kolonoial dulu, Namibia merupakan jajahan Jerman sebelum diambil alih oleh Inggris dengan Afrika Selatan.



Dalam perjalanan sebetulnya tidak lapar lapar amat, karena menjelang pagi sampai di Joburg dari Bangkok selama dua kali sudah mendapat makan, tapi penerbangan pendek selama 2 jam dari Joburg ke Windhoek dengan menggunakan South African Airways (SA) masih saja mendapat makan. Pramugari tidak hanya berkulit hitam tetapi juga putih. Mengingatkan jaman Aphartheid di Afrika Selatan karena ada gap yang cukup tinggi waktu itu antara orang-orang putih dan item. Kulit putih banyak yang merupakan keturunan orang-orang Belanda yang bercokol di Semenanjung Harapan (Cape of Good Hope) dikenal juga dengan sebutuan orang-orang Boer dan mereka pada umumnya berkulit kemerah-merahan. Penduduk asli tentu saja kulit hitam namun juga terdapat beberapa komunitas yang disebut dengan Cape Malay mengingat jaman penjajahan Belanda di Indonesia (dulu dikenal dengan East Indies) banyak memaksa bangsa kita untuk dibawa dengan kapan VOC menjadi budak dan hingga sekarang keturunan-keturunannya masih bercokol sebagian di Afrika Selatan menjadi Cape Malay, sebutan orang-orang keturunan Melayu (maksudnya orang-orang Indonesia seperti dari Bugis, Jawa dan lain-lain yang beragama Islam) bercokol di Semenanjung Harapan (Cape of Good Hope). Disamping dari tanah Melayu (East Indies) juga terdapat bangsa-bangsa lain seperti India, Madagaskar dan beberapa bangsa lainnya selain dibawa orang Inggris juga orang-orang Portugis.



Well, kembali ke persoalan penerbangan, dengan selamat setelah kurang lebih 2 jam akhirnya mendarat juga ke Hoseo Kutako, nama Bandara Internasional di Windhoek. Bandara cukup kecil, sama dengan O.R tambo, nama Bandara Internasional di Joburg, bandara ini juga tidak dilengkapi dengan thrunk atau belalai sewaktu boarding dan landingnya. Bahkan untuk transit saja di O.R. Tambo International Airport saja masih perlu untuk meminta visa transit meskipun memakan waktu proses 203 hari. Di Airport  Kecil memang airport di Windhoek, namun keadaannya lebih bagus aslinya daripada yang saya lihat di google.

Setelah mengurus bagasi dan imigrasi, tibalah akhirnya berangkat menuju ke Windhoek, menurut teman0teman dari KBRI yang menjemput sekitar 45 km. Luar biasa saya pikir, selama ini kita selalu mendiskreditkan benua hitam Afrika. Setap ketemu sama teman-teman dan saya utarakan bahwa saya akan berangkat tugas ke Windhoek, mereka tidak tahu dimana itu, kemudian saya menjawab Namibia, Namibia diman itu tanyateman-teman saya, akhirnya begitu menyebut nama AFRIKA giliran mereka pesimis dan terkesan why should be in Africa? Mereka pikir Afrika itu identik dengan:
1. Berkulit hitam
2. Hutan Belantara karena banyak binatang-binatang Buas
3. Keleleran dan kelaparan kaya orang Ethiopia
4. Gurun pasir yang luas
5. Keterbelakangan

Awalnya saya memang pesimis, kenapa saya harus ke Windhoek yang nota bene adalah di wilayah benua hitam? agak pesimis memang. Seornag teman mendiskripsikan bahwa tempat itu tidaklah seburuk yang dipikirkan orang-orang kebanyakan. Teman saya bilang bahwa tempatnya adalah blue sky yang terus terang saya sangat merindukannya karena susah bagi saya untuk menemukan blue sky apalagi di Jakarta yang kotanya sangat berpolusi. Teman saya juga mendiskripsikan bahwa selain itu juga berudara bersih, bagus buat terapi kesehatan saya yang terus terang sudah mulai mengganggu.

Begitulah akhirnya saya melihat dengan seksama di internet, mbah google, gambar-gambar tentang kota Windhoek maupun video-video. Aklhirnya saya berkesimpulan bahwa Namibia merupakan salah satu tantangan buat saya. Saya sudah pernah melanglang buana dari Asia Tenggara, Eropa Barat dna Tengah, Amerika Utara, kapan lagi ke Afrika mumpung ada kesempatan. Biarah Italia dengan segala keindahan alam, kelezatan makanannya, kopinya dan shoppingnya sangan dominan, saya berpikir tentang lagunya Shakirah yang menyebutkan Waka Waka it's time for Africa.



Berangkatlah akhirnya dari Airport menuju ke kota Windhoek, sepeti yang dijelaskan rekan dari KBRI kalau letak bandara internasional itu 45 km dari pusat kota. Wah jauh, tapi keadaan jauh berbeda dengan Jakarta. Meskipun dekat tapi naudzubillah mindalik Jakarta itu macet, Sabtu aja macet kadang dibikin stress kalau memikirnya brengseknya kemacetan di Jakarta yang kadang untuk pergi/pulang dari Jakarta ke Serpong yang jaraknya naya sekitar 24-28 km saja memerlukan waktu 2 jam kadang lebih apalagi kalau hujan dan ada demo.

Jalanan dari airport ke Windhoek, sangat mulus dan rapi. Iri saya, berpikir bahwa Jakarta adalah sangat sophisticated, ternyata yang saya lihat jalan B6 ini sangat mulus dan rapi. Terlebih-lebih lagi medan yang saya lewati sangat fantastis. Meskipun gunungnya gundul (sorry maaf saya kalau nyebut seperti kalau kepala sehabis dicukur terus tumbuh) atau mirip rambut orang-orang Afrika yang tumbuh spot by spot.



Memang dengan penduduk yang hanya 330.000 jiwa saya berpikir Kota Kudus aja penduudknya 500.000 jiwa, wah pasti sepi lah. Memang sepi seh jalanan, tapi pemandangan sangat menantang, karena memang landscape yang berbeda dengan Indonesia. Apalagi ada 5 macam ketertarikan mengenai landscape di Namibia, yang pertama adalah dessert (gurun kalahari), semi dessert, sand dunes    ( gunung pasir warna emas di pesisir Coastal Atlantic, Savannnah dan Grand Canyon. Koon Grand Canyon di Namibia ini adalah terbesar kedua setelah Amerika Serikat.





Tanah yang gundul dan gersang di Afrika ini menyebabkan udara di Namibia meskipun dibilang musim diningin karena tidak ada awan yang menggantung dan cuaca cukup cerah menyebabkan panas dengan temperatur yang cukup tinggi (sekitar 27-33 derajat Celcius), sedangkan kalau malam mendadak drop hingga 6-8 derajat Celcius). Saya heran cuma anehnya rumah-rumah disini beratap pendek bahkan di daerah kumuh seperti Katutura mereka cuma beratapkan seng.

Tuesday, December 25, 2007

Mozia -- Island of Archeological Sites

Mozia Island (read: /motzia/), also known in Greek as Moya or San Pantaleo, is a little tiny island which has diamater 2,5 km long and part of the Stagnone archipelago (Mozia, Lunga Iisola grande) and isola Santa Maria) at Stagnone Lagoon. The islands belongs to the city of Marshala, Trapani Province, Sicily Region, Italy.

The archeological sites were discovered by Giuseppe Whitaker (1850-1336), a rich English wine businessman who interested in archeology. Whitaker bought the island afterwards supposedly to hunt the archeological sites in the island.

The Punics had lived in this island and Mozia had become the city of trade before the glorious Lilybeo (old name before Marsala which means sea port headed to Lybia) around 8th century B.C. (Before Christ) to 397 A.D. However, after the Roman Ancient won to occupy the region from the Punics (known as The Punic Wars), the glorious of this island became faded away.

In Mozia island, until now it is still discovered a lot of th
e archeological sites during the glorious of the Punics i.e. temples, statues, fortress which is 6 meter tall surroundings the island as well as a tower which twice tall than the fortress, unfortunately, the condition of the fortress had only been ruins. By learning this island, it is known that the Punics were able to built a strong fortress by the method of inserting small stones between the big stones in order to be resistant of the earth quake and become stronger.

One of a famous historical statue which has been discovered was an incredible statue known as Giovane di Mozia
(Young man from Mozia) stored inside of the house of Whitaker which finally known as Whitaker Museum. Unfortunately, the 190 cm tall statue is not 100% complete anymore, since the vital parts of his body had been cut off by the enemy of the nation. According to the history that during the war, every statue found which belonged the defeated party must be cut off and threw the vital parts of the body away, for instance hands, feet, nose, ears and his sex. The island of Mozia at present to be reserved as a National Park of Comune di Marsala. __________________________________________________________

Pulau Mozia (Moya – Greek) pulau kecil yang berdiameter 2,5 km2 terletak di gugusan Kepulauan Stagnone di Laguna Stagnone yang terdiri dari 3 (tiga) buah pulau yaitu Mozia, Isola Lunga dan yang terkecil yaitu Pulau Santa Maria. Peninggalan arkeologi di Mozia pada awalnya ditemukan oleh Giuseppe Whitaker (1850 – 1936), seorang industrialis wine bangsa Inggris yang kaya raya yg tertarik dengan arkeologi. Whitaker kemudian membeli pulau yg terletak di seberang kota Marsala itu untuk digunakan sebagai tempat berburu.

Namun rupanya bangsa Punic pernah mendiami pulau ini dan bahkan menjadi kota pusat perdagangan sebelum Lilybeo maju, yaitu antara abad 8 SM hingga th 397 S.M. Setelah kalah oleh Pasukan Romawi Kuno dalam The Punic Wars maka setelah itu sejarah pulau ini tidak terdengar lagi.
Pulau Mozia masih banyak diketemukan peninggalan-peninggalan kebudayaan yg tinggi bangsa Punic karena terdapat candi atau tempat pemujaan dewa-dewa dan bekas-bekas benteng yg tingginya sekitar 6 meter yang mengitari laut (akan tetapi kondisinya sekarang tinggal reruntuhannya saja) serta menara pengintai yg tingginya 2 kali lipat dari benteng yaitu sekitar 12 meter (inipun tinggal puing-puingnya saja).

Di pulau ini dapat dilihat bahwa bangsa Punic sudah pandai membuat benteng kuat dengan metode menyelipkan batu-batuan kecil diantara blok batu-batu besar agar tahan terhadap guncangan gempa bumi dan lebih kokoh
Salah satu yang peninggalan yang berhasil digali di Pulau tersebut adalah Patung Giovanni di Mozia (Pemuda Mozia) yang sangat menakjubkan disimpan dalam Rumah Whitaker yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai Museum Whitaker.

Namun sayang kondisi patung yang tingginya 190 cm ini tidak 100% utuh karena tangannya, kali dan bagian bagian penting lainnya dipangkas. Konon ketika suatu bangsa memenangkan pertempuran maka patung patung yang ditemukan terutama pada bagian bagian pentingnya akan selalu dibabat atau dibuang. Pulau Mozia dan sekitarnya sekarang dijadikan cagar alam dan budaya oleh Comune di Marsala.

Photobucket


Reports by Yenni L. Calvi
Edited & Photography by Pramudya Sulaksono

Wednesday, February 28, 2007

Bermain Salju di Campo Felice

Kota Roma memang tidak bersalju sewaktu musim dingin. Meskipun suhu peaknya mencapai -1 derajat Celcius tapi sangat jarang sekali turun salju. Menurut Pak Binsar Aritonang yang sudah lebih dari 30 tahun tinggal di Italia, dia bilang pernah sekali salju turun di Roma tapi sudah lama sekali, mungkin 28 tahun yang lalu katanya. Tidak seperti daerah utara Italia lainnya seperti Torino, Milano atau Bologna, nampaknya suhu di Kota Roma termasuk lebih hangat. Ini karena posisi Kota Roma dekat sekali dengan pantai Laut Mediterrania yang cukup hangat.

Namun agaknya penduduk Kota Roma tidak usah bersusah payah berjuang untuk membersihkan salju di rumah-rumah mereka, karena salju itu ternyata sangat menjengkelkan. Mungkin bagi orang orang tropis seperti Indonesia barangkali kalau melihat salju akan terasa senang sekali, karena Indonesia yang tropis tidak mempunyai musim dingin apalagi salju. Hidup di dalam lingkungan bersalju itu sebenarnya susah, mana harus menyekop jalanan yang dihalangi salju, belum lagi mobil harus dipasang rantai, dan salju itu tidak main main, karena salah kostum sedikit kita bisa jatuh sakit, belum lagi suasana yang becek akibat salju yang sudah mencair.

Beruntung di bagian tengah semenanjung Italia tepatnya sekitar 1,5 jam dari kota Roma pegunungan Alpenina (alpen kecil) bujuran pegunungan di tengah dari Regione Umbria, Marche hingga Abruzzo pada saat musim dingin selalu diselimuti salju. Ada 2 point tempat untuk menikmati salju atau berolahraga ski yaitu di Terminillo dan Campo Felice.

Campo Felice artinya adalah Campo adalah ground dan Felice artinya felicity dengan kata lain adalah tempat untuk bersenang senang. Seluruh bukit dan lembah nya praktis diliputi salju yang lumayan tebal waktu musim dingin.

Untuk mencapai ke Campo Felice adalah dari Roma menuju ke autostrada jurusan Roma-L'Aquila dan Teramo di Regione Abruzzo. Sebelum mencapai L'Aquila setelah menerobos terowongan yang lumayan agak panjang langsung keluar (uscita) ke kiri menuju lokasi Campo Felice ini.

Pengalaman untuk menuju ke sana sebaiknya mempersiapkan diri dengan peralatan anti salju seperti spatu boot, jacket yang tebal khususnya lapisan yang tahan salju, kaos tangan yang anti dingin, soalnya banyak macam sarung tangan namun disarankan yang benar benar efektif anti beku. Diperlukan juga topi untuk menghindari kepala dari salju (apabila ada yang main main lemparan salju).

Pada saat tertentu petugas jalan akan membersihkan jalanan dan menyapu salju yang menutupi jalan sehingga mobil tidak perlu dilengkapi dengan rantai. Yang perlu diperhatikan lagi adalah hati hati terhadap salju karena salju yang mengembang ternyata kalau diinjak dengan sepatu akan terasa bahwa yang dipijak iyu sebnarnya adalah dalamn juga. Usahakan cari tempat yang aman. Selamat bermain salju.
reports and photos by Pramudya Sulaksono

Saturday, February 24, 2007

Venezia (Venice)


Venezia (Venice), Salah satu tempat paling menarik dan paling banyak dikunjungi wisatawan yang mampir ke Italia. Venezia merupakan tempat yang paling unik, karena kota tua ini seneranya terdiri dari kanal air.

Untuk mengunjungi Venezia diperlukan waktu khusus untuk berlibur, pengalaman saya berangkat dari Roma malem jam 23.00 sampai di Venezia jam 7.00 pagi, eksplor sehari malem jam 20.00 balik lagi ke Roma dengan IC (Intercity Train), dengan Eurostar bisa jauh lebih cepet tapi waktu tidak fleksibel.

Untuk menjangkau tempat tempat yang menarik wisatawan dapat menfaatkan bus air -- mirip dengan cara bus yang selalu berhenti di tiap fermata (halte) dengan membayar per hari merupakan cara yang lebih murah ketimbang naik transportasi lainnya deperti taxi air apalagi Gondola.

Tempat yang menarik dikunjungi para wisatawan antara lain Piazza San Marco dan Jembatan Rialto. Di Piazza San Marco kita dapat bercengkerama dengan burung dara yang jumlahnya ribuan ekor. Di pelataran Piazza San Marco berdiri geraja San Marco dengan arsitektur luar biasa menarik mirip dengan istana gaya jocker yang terdapat dalam kartu truff. Terdapat deretan cafe dengan banyak diiringi musik klasik dan live music lainnya

Hindari untuk tinggal dan bermalam di Venezia kalau anda tidak banyak uang, karena rata rata hotel yang ada di Venezia dapat dikatakan mahal. Demikian juga dengan restoran restoran yang juga banyak mahal, namun tersedia juga restoran fast food seperti Burger King dan McDonald's.

Napoli Dan Sekitarnya


Napoli (dari Roma dengan Eurostar cuma 1,5 jam) dan sekitanya (Pompeii, Sorento Peninsula, Amalfi, Capri, Ischea) Perlu beberapa hari untuk menjelajahi seluruhnya.

Pompeii

Just imagine that you were living in 79 AD, It was during the Roman Ancient period in Pompeii. It was located in the valley of Vesuvius Mount. It was discovered a modern complex of the city during that period. You will be spoiled with beautiful houses, villa, streets, restaurants, theater, forum, praying house and gardens. They were living in happiness and harmony. Nevertheless, the Vesuvius Mount suddenly erupted and buried alive the city. Even then the civilization were lost.

Now, you could see the ruins of Pompeii, a glorious and harmonious city in the past discovered. The location is not far away or only several minutes from Naples (Napoli) to the direction of Salerno or before the Sorento Peninsula.

These are the ruins from the past.... it's Pompeii....remember how the film maker made the Last Days of Pompeii.... and you could be the silent witness when you visit to Pompeii in Italy.

Firenze (Florence)




Firenze (Florence) dapat ditempuh dengan Eurostar (kereta api cepat milik trenitalia) cuma 1,5 jam dari Roma, di Centro Storico (kota lama) terdapat Duomo yang banyak dikelilingi oleh butik butik terkenal. Di Florence terdapat banyak museum, salah satunya yang terkenal adalah Museum L'Accademia yang menyimpan Patung David karya Maestro Michael Angelo. Sosok patung David yang tinggi dan megah dapat dijumpai di sana.

Patung David ini sangat luar biasa menakjubkan, karena bagi siapa yang melihat patung ini akan benar benar terkesima dan takjub oleh karya seni tinggi Michael Angelo ini. Dapat dibayangkan patung setinggi itu mempunyai urat nadi yang sempurna.

Dengan dibantu peralatan komputer yang canggih pengunjung museum dapat melihat seluruh badan David ini dengan penuh decakan kagum, bagaimana patung yang dibuat Michael Angelo ini begitu tercipta secara sempurna.

Selama di Florence yang wajib dikunjungi adalah Ponte Vecchia (Jembatan Kuno). Florence adalah salah satu kota yang romantis anda dapat merasakannya apabila berjalan malam hari di sekitar Ponte Vecchia atau di jembatan utama kota Firenze ini.


Luar Kota


Beberapa tempat menarik yang menjadi alternatif untuk di kunjungi yang berada di luar kota antara lain sbb :
  • Menara miring Pisa letaknya jauh di luar kota Roma, dengan kendaraan sendiri sekitar 3-4 jam

Tempat Tempat Wisata Lain di Roma dan Sekitarnya


6. Tempat tempat lain: Piazza Navona, Appia Antica, Piazza dell Poppolo, Circum Massimo (tempat Pacuan Kuda Film Benhur), Via Veneto (Jalan cafe resto, hotel kelas mahal), Piazza Barberini, Therme di Caracala (tempat pemandian para raja) Trastevere (tempat hanging out murah meriah) dan Tivoli (Puncak nya Kota Roma).



Monumento di Vittorio Emanuelle II dan Piazza Venezia



5. Monumento di Vittorio Emanuelle II (baca: sekondo) dan Piazza Venezia, Monumen untuk mengenang jaman Raja Italia pertama, Vittorio Emanuelle II dikenal juga sebagai tugu pahlawan tak di kenal dan Piazza Venezia yang terletak di depannya merupakan 0(zero) km kota Roma. Saat ini Piazza Venezia sedang dibangun untuk pembangunan Metro (underground) yang menghubungkan antara masing masing archeological sites.

Roman Forum & Palatino

4. Roman Forum & Palatino, petilasan jaman Romawi dulu disinilah tempat urat nadi kehidupan jaman Romawi sebagai tempat perdagangan, pelacuran, perbudakan dan tempat seperti gedung pengadilan jaman dulu.

Spanish Steps



3. Spanish Steps, di Piazza di Spagna, merupakan monumental stairway, yang terdiri dari 138 tangga, dibangun oleh diplomat Perancis Stefano Gueffier’s pada tahun (20,000 scudi) 1723–1725, yang menghubungkan the Bourbon Kedutaan Besar Spanyol untuk Holy See (Vatican), sekarang ini berlokasi di piazza dibawahnya dengan gereja Trinità dei Monti di bawahnya. Sambil melihat panorama yang indah kota Roma dari atas juga sekelilingnya terdapat Butik butik terkenal di Via Degli Condotti spt Prada, Gucci, Armani dll yang harganya luar biasa mahalnya.

Fontana di Trevi (Trevi Fountain)


3. Fontana di Trevi (Trevi Fountain), merupkan tempat penampungan air pada abad ke 19 BC. Trevi yang konon artinya adalah tre vie (tiga jalan) berikutnya pada tahun 1453 Fontana de Trevi ini direnovasi dengan gaya renaissance yang luar biasa. menurut kepercayaan konon kalau melempar coin disini niscaya akan kembali ke Roma suatu hari nanti, believe it or not, just try it!

Coloseo


2. Coloseo (Colloseum) merupakan salah satu tempat bersejarah jaman Romawi Kuno yang sebenarnya merupakan Flavian Amphitheatre raksasa ynag terletak di kota Roma. Koloseum ini mampu memuat 45.000 hingga 50.000 penonton dimana para Gladiator bertanding seperti dalam film Gladiators. Tempat ini bersebelahan dengan Roman Forum (Foro Romano) yang dibangun pada tahun 70 dan 72 Masehi dibawah kekaisaran Vespasian. Amphitheatre ini merupakan yang terbesar pada Jaman kekaisaran Romawi, dan baru diselesaikan pada jaman Kaisar Titus pada tahun 80 Masehi dan menjadi lebih sempurna pada jaman Domitian's.



Tujuan Wisata di Roma

Italia adalah salah satu tujuan wisata di Eropa yang terkenal sebagai tempat peninggalan sejarah Kekaisaran Romawi (Roman Empire) dan juga dikenal dengan tempat dengan landscape yang indah. Apabila para wisatawan hendak mengunjungi Italia maka tempat-tempat wajib yang harus dikunjungi adalah sbb:

  1. Basilica San Pietro (St. Pieter) di Kota Vatican (Cittadel Vaticano), merupakan Basilica utama umat Katolik yang paling megah di seluruh dunia. Pada umumnya para wisatawan asing yang datang sangat mengagumi bangunan megah ini. Namun, bagi yang muslim atau non kristiani, disarankan bahwa berkunjung ke Basiilica ini bukan semata mata untuk ibadah, tapi kita dapat mengagumi bangunan dan karya seni yang bernilai tinggi yang terdapat dalam ornament dan lukisan di dalam Basilica tersebut.

Friday, February 23, 2007

Assisi, Salah Satu Alternatif Tujuan Wisata di Italia

Assisi, salah satu kota kuno tempat kelahiran San Francesco yang menyebarkan agama Katolik pada tahun 1208, terletak di Propinsi Perugia (kurang lebih 1,5 jam dari Kota Roma) di Regione Umbria, mempunyai keunikan sendiri. Bayangkan seperti apa yang ada dalam film The Lord of the Rings. Kota yang letaknya di bukit ini sangat indah pemandangannya. Basilica San francesco terletak di bukit ini menjadi salah satu alternatif tempat yang harus dikunjungi di Italia.

MapLoco


Visitor Map