Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

Wednesday, November 12, 2008

Kemenangan Obama di Mata Pemimpin-Pemimpin Italia

Roma (ITALIA-ANSA) Kemenangan Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih dari Partai Demokrat, telah memunculkan berbagai tanggapan yang disampaikan oleh berbagai kalangan pemimpin-pemimpin politik di Italia.

PM Italia Silvio Berlusconi dalam pesan tertulisnya telah menyampaikan ucapan selamat kepada Obama sehubungan dengan terpilihnya Obama sebagai Presiden AS setelah berhasil melewati masa-masa sulit selama kampanye pemilihan Presiden AS. Berlusconi yakin bahwa hubungan persahabatan dan kerjasama antara Italia dan AS akan tetap terjalin dan bahkan lebih erat lagi. Dalam pesan tersebut Berlusconi juga menyatakan bahwa Italia masih merupakan sekutu setia AS dan tidak pernah melupakan sejarah yang tercatat oleh AS dengan Italia dan Eropa.

Sementara itu, Presiden Giorgio Napolitano menyebutkan bahwa kemenangan Obama adalah sebagai suatu kemenangan yang besar. Dalam pesannya, Napolitano menyatakan bahwa Italia merasakan adanya kedekatan hubungan historis, politik, budaya serta sosial dengan masyarakat AS. Menurut Napolitano, kemenangan tersebut merupakan suatu harapan bagi kebebasan, perdamaian dan tatanan dunia baru yang lebih aman dan adil. Bersama Rakyat Italia, Napolitano juga terkesan pada kekuatan dan vitalitas demokrasi AS yang terasa sejak kampanye pemilihan presiden, pemungutan suara hingga menghasilkan presiden baru yang berkomitmen terhadap pembaruan yang ideal.

Menlu Franco Frattini juga berpendapat bahwa kemenangan Obama yang luar biasa tersebut diharapkan dapat meningkatkan kedekatan AS dengan Italia dan negara-negara Eropa lainnya. Frattini berharap agar Obama lebih berkomitmen kepada Eropa melalui NATO , khususnya dalam menangani masalah Afghanistan.

Pemimpin Oposisi Tengah-Kiri Partai Demokratik (PD), Walter Veltroni juga telah menyampaikan ucapan selamat kepada Obama dan menyatakan bahwa kemenangan tersebut merupakan suatu peristiwa yang luar biasa yang diharapkan dapat mengubah dunia dan sejarah AS menjadi lebih baik. Menurut Veltroni, Obama merupakan cerminan dari pemimpin baru AS yang melambangkan kemenangan hati dan nurani masyarakat AS, sehingga dapat memperkuat pandangan dunia atas kemajuan solidaritas, kesetaraan dan pembangunan berkesinambungan.

Suara sumbang terdengar dari pernyataan Maurizio Gasparri, Pemimpin PdL (People’s Freedom Party), yang menyatakan bahwa Organisasi Al Qaeda lah yang menyambut gembira atas kemenangan Obama. Namun sesudahnya, para pemimpin oposisi Tengah-Kiri menyerukan agar Gaspari yang juga anggota Aliansi Nasional Sayap Kanan meminta maaf dan mencabut pernyataan tersebut serta mempertanyakan apakah pernyataan Gasparri merupakan cerminan dari sikap Pemerintah Italia. Gasparri kemudian memperjelas pernyataannya bahwa yang bersangkutan Gasparri lebih yakin akan “keampuhan” kebijakan Partai Republik AS dalam memerangi terorisme internasional.

Berlusconi merupakan salah satu sekutu terkuat dan teman terdekat Presiden George Bush di Eropa. Berlusconi mengutarakan bahwa apabila bertemu dengan Obama maka Berlusconi akan “memberikan nasihat” kepada Obama mengingat usia dan pengalaman Berlusconi yang menurutnya lebih banyak pengalaman- Bahkan Berlusconi mengkomentari bahwa sosok Obama sebagai sosok yang "young, handsome and tanned".

Monday, November 3, 2008

Kunjungan Singgah Korvet KRI Iskandar Muda-367 di Napoli

Pada tanggal 28 Oktober 2008 pukul 10.00 korvet KRI Sultan Iskandar Muda 367 (KRI SIM 367) telah merapat di Pelabuhan Napoli, Italia untuk melakukan kunjungan singgah setelah sebelumnya bertolak dari Galangan Kapal Vlissingen, Belanda kemudian singgah di Pelabuhan Malaga, Spanyol pada tanggal 23-25 Oktober 2008. Korvet KRI SIM yang bernomor lambung 367 ini berawak kapal 80 orang dan dipimpin oleh Letnan Kolonel Laut Ariantyo C. Wibowo.

Selama di Napoli, selain mengisi kebutuhan logistik, Komandan Korvet dengan didampingi seorang staff, Atase Militer KBRI Paris, Kolonel Endang Sodik dan Pramudya Sulaksono, Sekretaris Pertama Politik KBRI Roma juga berkesempatan mengadakan courtesy call dengan Mr. Fausto Surace, Kepala Hubungan Luar Negeri, Marina Estere Italiana (Angkatan Laut Italia) pada tanggal 29 Oktober 2008 pukul 12.00 siang yang sebelumnya didahului pertemuan dengan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Roma, Yuwono Agus Putranto di Kantor KBRI Roma.

Pada malam harinya, bertempat di KRI SIM juga telah diselenggarakan acara Cocktail Party yang bertujuan untuk memperkenalkan Korvet KRI SIM kepada counterpart Indonesia di Italia khususnya counterpart Indonesia yang berada di Napoli dan sekitarnya. Selanjutnya pada tanggal 30 Oktober 2008 pukul 10.00 KRI SIM kembali berlabuh menuju Surabaya, Indonesia melalui rute Port Said, Jeddah, Salalah, Cochin, Sabang, Jakarta dan Surabaya.

KRI SIM merupakan korvet ketiga dari empat korvet yang dipesan oleh TNI Angkatan Laut Republik Indonesia yang dibeli dari galangan kapal Vlissingen di Belanda setelah KRI Diponegoro, KRI Hasanuddin dan berikutnya KRI Frans Kaisepo.

Monday, October 6, 2008

Pengerahan Pasukan Setelah Huru Hara Anti-Imigran di Casserta

Roma (ITALIA). Masalah rasisme dan xenophobia kembali muncul dipermukaan di Italia setelah kasus yang terjadi di Castelvortuno, Casserta dekat Napoli, akhir bulan September lalu yang menyebabkan terjadinya perselisihan antara kaum pendatang dengan kelompok mafia Camorra.

Dalam peristiwa tersebut 3 (tiga) imigran dari Ghana, 2 (dua) imigran dari Liberia dan seorang dari Togo tewas tertembak setelah diserang dengan senjata api jenis 120 Kalashnikov.
Kejadian tersebut dilatarbelakangi oleh tuduhan kepada para imigran Afrika sebagai pengedar obat obatan terlarang dan penyebab meningkatnya kriminalitas. Tuduhan tersebut dibatah keras oleh para imigran Afrika yang balik menuduh masyarakt Italia sebagai masyarakat yang rasis.

Polisi telah menangkap seorang anggota kelompok mafia yang dicurigai menyebabkan insiden dimaksud yaitu Alfonso Caesarano, 29, dari kubu Klan Calanesi dari kelompok mafia Camorra. Camora merupakan salah satu kelompok mafia utama yang menguasai daerah Napoli dan sekitarnya yang disinyalir juga mempunyai jaringan peredaran obat-obatan terlarang di kawasan tersebut.

Sehubungan dengan kejadian diatas, Kabinet Tengah-Kanan Silvio Berlusconi telah menyetujui pengerahan 500 tentara selama tiga bulan untuk mengawasi aktivitas tersebut di Casserta. Sebelumnya selama musim panas yang lalu sebanyak 3.000 tentara telah mengadakan patroli di kota-kota utama Italia sebagai akibat dari meningkatnya kriminalitas dan imigrasi ilegal di Italia untuk menangani peningkatan terjadinya kriminalitas dan imigrasi ilegal di Italia.

Menteri Dalam Negeri Italia, Roberto Maroni, mengatakan bahwa pengerahan keamanan tersebut dapat saja diperpanjang, tergantung dari tingkat keamanan di wilayah Casserta. Awalnya, sebanyak 400 personel kepolisian telah dikerahkan terlebih dahulu dan telah diputuskan untuk mengerahkan 1.000 personil tentara di wilayah tersebut.

Saat ini diperkirakan terdapat 11.000 hingga 12.000 imigran gelap di Castelvortuno. Sejumlah 2.000 imigran lainnya telah memiliki surat ijin tinggal dan ijin kerja, bahkan beberapa dari mereka sudah menjadi generasi kedua dan berkewarganegaraan Italia. Mengutip dari berita harian La Repubblica generasi kedua ini juga tidak lepas dari tindakan-tindakan rasisme, namun tetap menganggap bahwa Italia adalah rumah mereka”.

Masalah rasisme dan xenophobia juga terjadi dibeberapa tempat di Italia. Di Milan, seorang Afrika yang lahir di Italia yang bernama Abdul Salam Guibre tewas setelah dituduh mencuri “makanan kecil”. Akibatnya ribuan imigran di Milan membakar tempat-tempat sampah dan menyerukan kata kata yang ditujukan kepada masyarakat Italia yang dianggap rasis, sambil mengacungkan biskuit sebagai tanda simbol protes mereka atas kejadian tersebut.

Dalam pertemuan kabinet akhir bulan September lalu telah menyetujui pembangunan 10 pusat penampungan imigran gelap. Juga pengujian DNA bagi imigran sehingga layak memperoleh ijin tinggal di Italia. Tercatat sebanyak 23.600 imigran gelap (clandestini) masuk ke Italia tahun ini atau telah meningkat sebesar 60% dari angka 14.200 imigran pada tahun 2007.

Maroni mengeluhkan bahwa meskipun sudah terdapat “perjanjian persahabatan” antara Berlusconi dan Colonel Muammar Gadaffi dari Libya untuk membatasi arus imigran gelap di Pulau Lampedusa yang sepakati pada bulan Agustus lalu, namun imigran gelap masih tetap masuk ke Italia. Maroni kemudian mengancam menghentikan bantuan keuangan ke Libya, yang tertulis dalam perjanjian tersebut, serta mengancam akan memimpin sendiri pengerahan kapal pengawas pantai untuk menghalau kapal-kapal kecil para imigran gelap untuk memasuki perairan Italia.

Kedutaan Libya di Roma mengeluaran pernyataan bahwa apabila kedatangan Maroni ke Libya hanya sebagai “in such a spectacular fashion” maka Maroni akan dihentikan. Namun, apabila menyebutkan dengan detail kedatangannya ke Libya maka Pemerintah Libya akan meerima kedatangannya dengan baik. Selama ini Maroni bersikeras agar diadakan patroli gabungan antara Italia dan Libya sebagai bagian dari “perjanjian persahabatan” tersebut.

Pihak-pihak lain seperti Konferensi Uskup Italia (CEI) menilai bahwa rasisme dan xenophobia di Italia jangan dianggap sepele. Kepala CEI, Cardinal Angelo Bagnasco, berpendapat bahwa “imigran gelap juga merupakan saudara”. Banyak diantara imigran ini telah membahayakan jiwa mereka untuk dapat tiba ke Italia melalui laut”. Bagnasco berpendapat akan lebih baik memberikan bantuan ekonomi sebagaimana digariskan oleh Uni Eropa tentang Masalah Keimigrasian yaitu untuk membantu perekonomian negara-negara asal para imigran tersebut.

Masalah rasisme dan xenophobia cenderung masih mewarnai kehidupan masyarakat di Italia. Bahkan PM Berlusconi sendiri sebelumnya pernah berujar di depan Sidang Katolik Roma Konservatif dan kubu tengah-kanan nya menganggap bahwa Italia adalah “Catholic and for Italians”.

Pemerintah Berlusconi berkomitmen untuk memberlakukan kebijakan yang keras terhadap imigran dengan cara memperketat aturan aturan mengnai keimigrasian terutama untuk meningkatkan rasa aman di dalam negeri, menurunkan tingkat kejahatan dan menjaga ketertiban umum di masyarakat Italia.

Wednesday, October 1, 2008

Masyarakat Indonesia Merayakan Hari Kemenangan Idul Fitri di Roma

Seperti halnya tahun lalu, maka Lebaran di Roma telah ditepkan oleh Islamic Center di Roma bahwa Lebaran jatuh pada hari Selasa tanggal 30 September 2008. Umat Islam khususnya masyarakat Indonesia yang berdomisili di Roma merayakannya bersama sama dengan penuh khidmat di Wisma Indonesia, KBRI Roma. Dengan didahului shalat Ied, masyarakat muslim Indonesia juga beberapa diantaranya beberapa rekan dari negara negara sahabat turut hadir dalam Shalat Iedul Fitri tersebut.

Bertepatan dengan umat muslim merayakan hari kemanangannya setelah sebulan menjalankan ibadah puasa, di KBRI juga telah diadakan upacara serah terima Duta Besar RI untuk Republik Italia, Malta, Cyprus dan Organisasi Internasional (FAO, IFAD dan WFP), Susanto Sutoyo kepada Deputy Chief of Mission KBRI Roma, Yuwono Agus Putranto yang akan memimpin KBRI Roma hingga KBRI Roma mendapatkan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh yang baru. Acara diadakan di Ruang Borobudur dengan disaksikan Home staff, local staff dan Darma Wanita Persatuan KBRI Roma. Menurut rencana Duta Besar Susano Sutoyo akan kembali ke Indonesia pada tanggal 5 Oktober 2008. Dubes Susanto Sutoyo telah menduduki jabatan Duta Besar RI di Roma sejak bulan Juni 2005.

Selanjutnya setelah acara serah terima, bertempat di Wisma Indonesia. Duta Besar RI Roma beserta staff membuka kesempatan kepada masyarakat Indonesia di seluruh wilayah akreditasi KBRI Roma untuk bersilaturahmi dalam acara Open House. Open House digelar mulai pukul 11.30 hingga selesai. Tentu saja tidak semua masyarakat Indonesia yang tinggal di Italia dapat hadir di KBRI Roma mengingat lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, namun minimal beberapa masyarakat Indonesia yang tinggal di Roma dan sekitarnya seperti Viterbo, Porto San Stefano nampak hadir. Dengan hidangan lebaran seperti opor ayam, lontong, sambal goreng ati, sambal goreng krecek, krupuk melengkapi citra masakan Indonesia. Meskipun diakui karena terjadi spekulasi waktu lebaran yang baru diketahui sore harinya (Senin, 29 Sepetember 2008) menyebabkan kurangnya variasi yang disajikan, bahkan kue kue lebaran yang tersajipun kurang bervariasi.

Rencananya, Rabu (1 Oktober 2008) malam akan digelar Open House yang sama oleh Duta Besar RI Vatikan di KBRI Vatikan. Inilah uniknya satu satunya kota di dunia yang mempunyai dua KBRI, meskipun dengan ruang lingkup pekerjaan yang berbeda. Sementara tanggal 3 Oktober 2008 pukul 19.00, di KBRI Roma juga akan digelar Perpisahan dengan Duta Besar RI Roma, Susanto Sutoyo dengan mengundang masyarakat Indonesia di Roma. Deputy Chief of Mission (DCM) atau Wakeppri KBRI Roma juga akan menggelar Open House untuk masyarakat Indoensia di Roma dan sekitarnya pada hari Sabtu siang, pada pukuk 12.30.

Wednesday, July 30, 2008

Indonesia Kembali Sumbangkan Benda-Benda Seni dan Budaya Untuk Museum di Italia



Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma kembali menyumbangkan benda-benda seni dan budaya Indonesia kepada Museum di Italia. Bertempat di Museum Antropologi (Museo di Antropologia), Universitas Bologna, pada tanggal 24 Juli 2008 pukul 11.00 waktu setempat, Pramudya Sulaksono, Sekretaris Pertama Politik merangkap Koordinator Benda–Benda Seni dan Budaya KBRI Roma yang mewakili Duta Besar RI Roma telah menyerahkan benda-benda seni/budaya Indonesia kepada Prof. Maria Giovanna Belcastro, Kepala Laboratorium Bio-arkeologi dan Osteologi Forensik Museum Antropologi Univeristas Bologna.

Ketiga benda seni/budaya tersebut antara lain berupa Miniatur Rumah Adat Panggung; Tifa (sejenis gendang) dan Tas Anyaman tradisional yang semuanya merupakan sumbangan dari kelompok kesenian etnis “Sampari Manokwari, Provinsi Irian Jaya Barat” ketika berkunjung ke KBRI Roma bertepatan dengan peringatan HUT RI tanggal 17 Agustus 2006 lalu.

Setelah penyerahan benda-benda seni/budaya Indonesia tersebut Sekretaris Pertama Politik KBRI Roma juga berkesempatan diterima Prof. Roberto Grandi, Wakil Rektor Universitas Bologna Urusan Hubungan Luar Negeri. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa maksud dan tujuan disumbangkannya benda-benda seni/budaya Indonesia tersebut adalah agar masyarakat Italia khususnya mahasiswa Universitas Bologna dapat mempelajari seni/budaya Indonesia. Disamping itu dengan sumbangan ini juga diharapkan dapat dalam lebih mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dengan Italia.

Universitas Bologna merupakan univeritas tertua di dunia yang berdiri sejak tahun 1088. Saat ini Universitas Bologna mempunyai sekitar 13 museum. Ketiga benda seni/budaya tersebut merupakan benda-benda Indonesia pertama yang akan tersimpan di dalam Museum Antroplogi tersebut.
Sebelumnya pada tanggal 5 Desember 2007 yang lalu, KBRI Roma juga telah menyerahkan benda-benda seni Indonesia kepada bakal Museum Regional Immigrasi dan Emigrasi di Marsala, Pulau Sicilia, Italia yaitu seperangkat angklung lengkap berukuran kecil yang merupakan sumbangan dari Sanggar Angklung Saung Mang Udjo, Bandung, Provinsi Jawa Barat, kemudian alat musik Tifa dari Papua yang juga merupakan sumbangan yang sama dari kelompok kesenian etnis “Sampari Manokwari, Provinsi Irian Jaya Barat” dalam kunjungannya ke Italia, serta Kain IKAT dari Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan sumbangan dari Sdr. Noam Lazuardy, peserta magang tahun 2006 Angkatan XXXI dari Deplu RI.

Benda seni Indonesia tersebut telah diserahkan langsung dari Sekretaris Pertama KBRI Roma kepada Avv. Michele Milazzo, Wakil Walikota dan Mrs. Domenica Miceli, Pejabat Bidang Imigrasi Comune di Marsala (Pemda Marsala). Indonesia merupakan negara yang merespon pertama kali memberikan sumbangannya untuk pembukaan museum tersebut.

Sunday, July 27, 2008

Alunan Angklung Bandung Menggetarkan Festival Folklor di Norma, Italia



Alunan lagu “O Sole Mio” secara magis kembali menghanyutkan masyarakat Italia melalui iringan Keluarga Paduan Angklung SMA 3 Bandung (KPA 3) yang disambut hangat oleh para pengunjung dengan bersama menyanyikan lagu legendaris Italia tersebut di kota Norma, dalam “Nurbanusfestival -- La cultura del folkore per la pace dei popoli", ke-12 Jumat malam lalu (25/7/2008) mulai pukul 21.00 hingga tengah malam di Piazza Caio Cestio.

Nurbanusfestival merupakan festival folklore internasional di Norma yang diadakan setiap musim panas dengan menampilkan berbagai kesenian folklore dari berbagai negara. Selain KPA 3 Bandung yang mewakili Indonesia, peserta dari negara yang turut berpartisipasi antara lain adalah Argentina, Rusia, Slovakia, Kenya, dan negara lainnya.

Antusiasme pengunjung yang memadati area terbuka Piazza Caio Cestio tampak cukup antusias terutama saat lagu-lagu yang mereka kenal seperti O Sole Mio, New York New York dan alunan lain lainnya dapat mereka mainkan dengan baik dengan alat musik dari bambu tersebut. Disamping itu KPA3 juga menampilkan alunan alunan lagu lain seperti lagu daerah sunda, musik klasik dan musik folk Perancis secara instrumen.

Para pengunjung sangat mengagumi alat musik tradisional Jawa Barat tersebut, terbukti pada saat setelah para siswa selesai tampil, para pengunjung mencoba menanyakan perihal alat musik dari bambu tersebut. Beberapa dari pengunjung sibuk mencoba bagaimana cara memainkan angklung dan beberapa dari mereka bersemangat untuk mengajak berfoto bersama para siswa yang seluruhnya berbusana baju tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan sabar dan senang hati para siswa memenuhi permintaan para pengunjung meskipun terdapat kendala bahasa yang menghambat komunikasi diantara mereka yang pada umumnya masyarakat Italia kurang berminat untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan para siswapun tidak berbahasa Italia.

Selain itu, antusias pengunjung juga nampak tinggi ketika stand kecil KPA 3 Bandung tak pernah sepi dari masyarakat setempat yang membeli produk-produk kerajinan Indonesia seperti gantungan kunci, blangkon Sunda, syal, selendang dan suvenir lainnya. Bahkan ada diantara pengunjung yang menanyakan apakah baju tradisional yang dipakai para siswa juga dapat mereka beli.

Kedatangan rombongan 35 orang siswa SMA 3 Bandung termasuk officials dan seorang guru pembimbing seni rupa ke Italia ini adalah dalam rangka melakukan lawatan misi kesenian dan kebudayaan Indonesia ke Italia sejak tanggal 19 Juli hingga 5 Agustus 2008.

Setelah sukses di Bologna untuk mengikuti ISME, International Society for Music Education ke-28, KPA 3 Bandung akan melakukan petunjukan di kota-kota lain seperti di Termoli, Frascati dan juga akan mengikuti Festival Rassegna di Casteglione del Lago dan Colli Cimmini di Perugia pada tanggal 1 Agustus – 5 Agustus 2008 sebelum kemudian kembali ke tanah air pada tanggal 7 Agustus 2008.

Kota Norma adalah sebuah kota unik yang penuh dengan nilai nilai sejarah dan terletak di atas bukit. Dengan jarak tempuh dari Roma sekitar 80 km. Secara geografis kota ini terletak di Regione Lazio, sebelah utara kota Latina.






Written and photos by Pramudya Sulaksono

Thursday, July 17, 2008

Berlusconi Menghadapi Penolakan Penghapusan Pengadilan

Berkas perkara peradilan PM Italia Silvio Berlusconi dan Pengacara Pajak asal Inggris David Mills telah gagal untuk dihapuskan. Permintaan tersebut disampaikan oleh Pengacara Berlusconi di Pengadilan Tinggi Milan hari Kamis tanggal 17 Juli 2008 yang mencoba berdalih bahwa hakim mencoba menghalang halangi kasus tersebut.

Hakim Nicoletta Gandus sebelumnya telah menuduh Berlusconi menyuap Mills sekitar US$ 600.000 pada proses pengadilan sebelumnya. Baik pihak Berlusconi dan Mills telah menolak atas tuduhan tersebut. Berdasarkan penolakan yang disampaikan oleh tim ahli hukum Berlusconi, hakim Gandus mengulang kembali pernyataanya bahwa hal ini merupakan “keburukan serius” Berlusconi.

Menurut tim ahli hukum Berlusconi, Hakim dianggap telah menarik perhatian publik melalui internet mengenai pemerintahan Berlusconi sebelumnya pada tahun 2001 dan 2006. Selanjutnya dikatakan juga bahwa Gandus yang sebelumnya ikut andil dalam perusahaan jaringan televisi milik Berlusconi Mediaset dan Gandus dikatakan sebagai salah satu orang yang juga tertarik dengan peradilan Berlusconi lainnya dimana Berlusconi dan Mills juga dituduh melanggar hak cipta film di Mediaset.

Nasib mengenai peradilan Gandus saat ini telah menimbulkan keragu raguan mengingat sejumlah uang sogokan akan diberikan untuk imunitas terhadap empat pejabat Italia termasuk Berlusconi

Wednesday, July 9, 2008

Pendapat PM Berlusconi dalam KTT G8 Mengenai Sanksi Terhadap Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe


Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi menyampaikan keberatannya terhadap sanksi yang lebih berat bagi Zimbabwe sehubungan dengan terpilihnya kembali Robert Mugabe sebagai Presiden. Hal ini disampaikan saat KTT Group of Eight (G8) di Tokyo, Jepang tanggal 7 Juli 2008. Berlusconi setuju terhadap posisi negara-negara Afrika yang mengatakan bahwa memperberat sanksi bagi Zimbabwe akan berakibat negatif. Berlusconi juga menambahkan bahwa dirinya telah mencoba bertukar pandangan dengan Afrika Selatan dan menyatakan bahwa solusi terbaik adalah mencoba menjajaki perjanjian antara presiden dengan pemimpin oposisi di Zimbabwe.

Selanjutnya, selama debat mengenai masalah Zimbabwe yang diikuti perwakilan Uni Afrika (African Union), telah muncul 2 (dua) pendapat, yaitu mereka yang mendorong negara-negara Afrika untuk bertindak dan yang kedua adalah mereka yang mendorong diberlakukannya sanksi yang lebih berat terhadap Zimbabwe.

Berlusconi tidak sependapat dengan kedua kubu tersebut dan berpandangan bahwa intervensi negara negara Afrika yang bertujuan menyingkirkan Presiden Mugabe akan sangat membahayakan serta berotensi terjadinya perang saudara. Berlusconi selanjutnya berpendapat bahwa segala upaya hendaknya dilakukan untuk menciptakan suatu power-sharing. Menurutnya hal tersebut merupakan solusi yang paling realistis. Penetapan sanksi hanya akan memperburuk keadaan penduduk sipil.

Berlusconi berpendapat bahwa pandangan ini bukan saja berlaku bagi negara- negara Afrika tetapi juga terhadap negara-negara di kawasan Mediterrania. Italia merupakan adalah negara anggota Uni Eropa pertama yang menarik duta besarnya dari Zimbabwe setelah Mugabe memenangkan pemilu pada akhir bulan lalu.

Sudah 28 tahun Roberto Mugabe memimpin Zimbabwe dan Mugabe merupakan satu satunya calon dalam pemilihan presiden setelah pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai menarik diri. Tsvangirai yang memenangkan mayoritas putaran pertama pada bulan Maret lalu tumbang karena sanksi yang dijatuhkan pemerintah sehubungan dengan meninggalnya 100 orang saat kampanye yang mengakibatkan ribuan lainnya luka dan kehilangan tempat tinggal.

Source : Ansa.it
Translator : Pramudya Sulaksono

Tuesday, July 8, 2008

Rencana Pemutihan Penduduk Illegal di Italia Oleh Pemerintahan Berlusconi

Roma (ITALIA), Pemerintah PM Silvio Berlusconi menurut rencana akan segera menggusur camp illegal yang dihuni oleh kaum Gypsi. Kaum Gypsi ini dianggap sebagai pemicu merebaknya kriminalistas di Italia akhir akhir ini. PM Berlusconi sebelumnya pernah berkomitmen untuk mengadakan pemutihan khususnya terhadap para pendatang illegal ini. Saat ini terdapat sekitar 700 camp masyarakat Gypsi di Italia.

Deadline pemutihan ini menurut rencana akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Oktober 2008 terutama untuk mendata secara individu berdasarkan agama dan kelompok etnik mereka khususnya di kota kota besar di Italia seperti Roma, Milan dan Napoli. Disamping itu, Pemerintah Italia juga merencanakan akan menutup camp yang illegal tersebut pada bulan Mei 2009 serta merepatriasikan pendatang-pendatang gelap di Italia.

Menteri Dalam Negeri Italia, Roberto Maroni ketika berbicara didepan anggota Parlemen, Rabu (2 Juli 2008) kemarin juga menyatakan bahwa pemutihan tersebut bertujuan untuk segera mengakhiri camp camp gelap yang dihuni kaum Gypsi tersebut tersebut dengan tujuan menjamin keamanan warga Italia, disamping itu juga berdalih untuk mencegah kondisi kehidupan masyarakat yang tidak layak sebagai contohnya kondisi kesehatan anak anak mereka yang kurang mendapat perhatian.

Saat ini diperkirakan terdapat separuh dari 160.000 kaum pendatang yang tinggal di Italia khususnya masyarakat Rom dan Sinti (Gypsi) sudah memiliki kewarganegaraan Italia dan sekitar 20 persen lainnya merupakkan warga negara Uni Eropa lainnya, sedangkan sisanya adalah warga bekas pecahan Yugoslavia.

Dengan rencana pemerintah mengusir camp Gypsi ini, Marco Impagliazzo dari oragnisasi penegak HAM, komunitas katolik Sant’Egidio di Roma hari Kamis kemarin (3 Juli 2008) telah mengkritik rencana pemerintah tersebut dan menyatakan bahwa membedakan orang berdasarkan kelompok etinisnya menurutnya akan menyulut preseden karena menyangkut diskriminasi ras dan agama.

Semetara itu menurut juru bicara Sant’ Egidio, Mario Marazziti juga mengatakan bahwa sebetulnya keadaan darurat nasional di italia sebagaimana dikatakan oleh pemerintah Berlusconi ini sebenarnya tidak ada, yang ada adalah bahwa pada abad ke-21 ini justru harapan hidup (life expectancy) bagi kaum Gypsi yang tinggal di Italia adalah dibawah umur 60 tahun. Menurutnya daripada mengambil tindakan seperti pemutihan tersebut seharusnya pemerintah Italia memperbaiki tingkat penghidupan mereka. Menurutnya pemerintah Italia telah memungkiri dirinya sendiri seolah olah hal ini sejalan dengan hukum di Italia serta arahan Uni Eropa (UE)

UE melalui badan pelaksananya telah mengeluarkan sebuah laporan minggu ini mengenai diskriminasi dan pengusiran terhadap masyarakat Gypsi ini telah melaporkan bahwa harapan hidup di Italia adalah lebih rendah 10-15 tahun dibanding negara negara Eropa lainnya. Hari Senin (7 Juli 2008) mendatang Parlemen Eropa dijadwalkan akan membahas mengenai proposal pemutihan di Italia tersebut.

Pemerintah PM Silvio Berlusconi -- yang dilantik ketiga kalinya pada tanggal 8 Mei 2008 yang lalu, terkenal sangat rasis karena pemerintah sayap kanan ini terdapat partai ultra kanan Lega Nord yang sangat anti imigran dan anti Islam. Disamping itu Pemerintah berlusconi melalui program pemerintahannya berkomitmen untuk melakukan kebijakan keras terhadap imigran dengan cara memperketat aturan aturan mengenai keimigrasian untuk meningkatkan rasa aman di dalam negeri, menurunkan kejahatan dan letertiban umum pada masyarakat Italia.

Kebijakan paket keamanan baru Berlusconi yang melibatkan penanganan imigran illegal yang keras ini juga mendapatkan kritik keras dari aktivis HAM dan Komisi Eropa karena bertentangan dengan aturan-aturan dasar Uni Eropa, terutama terhadap kebebasan bergerak warga negara Uni Eropa.

Source : International herald Tribune
Edition : Friday, 4 July 2008
Translator : Pramudya Sulaksono

Friday, June 6, 2008

Biofuels Jangan Sampai Mengancam Pangan



ROMA- Indonesia menghimbau agar krisis pangan yang terjadi saat ini dapat dianalisa dengan seksama. Kepentingan biofuels jangan sampai mengancam ketahanan pangan. Demikian antara lain pokok-pokok pernyataan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada KTT Keamanan Pangan dan Tantangan Perubahan Iklim dan Bioenergi di Roma (3-5 Juni 2008), yang dibacakan Mentan Anton Apriyantono pada hari kedua, seperti dituturkan Sekretaris I Pensosbud KBRI Roma, Pramudya Sulaksono Rabu (4/6).

Pada pertemuan plenari hari kedua ini, tercatat sebanyak 8 kepala negara/pemerintahan lainnya dan sekitar 40 menteri telah menyampaikan pernyataannya.Di samping dibutuhkan analisa seksama, Indonesia juga menghimbau agar langkah-langkah global pemecahan permasalahnnya dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Kebijakan nasional dan internasional untuk mengatasi krisis pangan yang sedang terjadi juga harus sejalan dan diarahkan pada pengurangan resiko ketahanan pangan di antara masyarakat miskin, penciptaan lapangan kerja, penanganan masalah lingkungan hidup, pengamanan hak-hak penduduk asli dan untuk pencapaian pengurangan emisi gas.

Keseimbangan

Hal lain yang juga digarisbawahi oleh pemerintah Indonesia terkait bioenergi adalah mengenai perlunya keseimbangan dalam pengadaan dan permintaan biofuels antara negara maju dan berkembang.

Indonesia menekankan agar produksi biofuels jangan sampai mengancam ketahanan pangan. Terkait hal ini, negara maju dihimbau agar dapat meningkatkan efisiensi mereka dalam penggunaan energi, sehingga permintaan untuk biofuels tidak mempengaruhi stabilitas ketahanan pangan negara/wilayah penghasil dan pemasok biofuels. Sebagai contoh, Indonesia dalam pengembangan biofuels-nya lebih ditekankan pada produksi biofuels yang berasal dari pohon jarak (bukan bahan pangan).

HampirBuntu

Sementara itu, dalam pertemuan penyusunan deklarasi KTT, pembahasan hampir menemui jalan buntu, pada saat sejumlah negara bersikokoh mempertahankan pendiriannya masing-masing yang pada sejumlah isu saling bertolak belakang.

Adapun isu-isu yang masih belum dicapai kesepakatan perumusannya adalah terkait pengaturan perdagangan produksi pangan, isu mengenai keterkaitan antara produksi biofuels dengan ketahanan pangan, dan identifikasi faktor-faktor penyebab dari naiknya harga pangan.
Dalam kesempatan menghadiri KTT ini, Mentan telah mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah menteri pertanian negara anggota FAO untuk membicarakan hubungan serta kerjasama pertanian, yaitu diantaranya dengan Saudi Arabia,Selandia Baru, Filipina, Malaysia, Inggris.


Source : detikcom
Reports by Siti N. Mauludiah
Editor : Pramudya Sulaksono

KTT Ketahanan Pangan: Pemimpin Dunia Diskusikan Mahalnya Pangan


Roma - Konsep deklarasi yang akan memuat komitmen langkah serta aksi bersama anggota FAO sengit diperdebatkan. Presiden SBY batal datang.Salah satu keluaran yang akan dihasilkan dari KTT Keamanan Pangan dan Tanangan Perubahan Iklim dan Bioenergi, Roma (3-5/6/2008), adalah sebuah deklarasi yang akan memuat komitmen langkah serta aksi bersama anggota FAO dalam mengatasi situasi harga pangan yang sedang terjadi.

Namun hingga saat ini konsep deklarasi KTT yang diprakarsai bersama oleh FAO, IFAD dan WFP itu masih sengit dibahas dan didiskusikan oleh para anggota perwakilan negara-negara anggota FAO, Sekretaris I Pensosbud KBRI Roma Pramudya Sulaksono kepada detikcom menuturkan hari ini.

Beberapa isu yang menonjol yang jadi perdebatan adalah soal pengaturan pemakaian biofuel yang dikaitkan dengan pangan, soal aturan perdagangan internasional khususnya produk bahan pangan, serta persoalan keamanan lingkungan dalam hubungannya dengan pemakaian sumber daya alam bagi keperluan pertanian. Selain itu, perdebatan juga terjadi terkait adanya langkah langkah sejumlah negara yang berusaha untuk mempolitisir pertemuan yang diselenggarakan oleh FAO.

Pramudya menambahkan, bahwa Presiden SBY rencananya akan langsung memimpin delegasi Indonesia, tetapi mengingat banyaknya persoalan dalam negeri yang memerlukan keberadaan Presiden, maka pimpinan delegasi Indonesia dipercayakan kepada Menteri Pertanian, Anton Apriyantono.Mentan Anton disertai oleh beberapa pejabat Departemen Pertanian, Bappenas, dan juga dari Departemen Luar Negeri dan KBRI Roma.

KTT FAO kali ini sesuai dengan temanya membahas soal pangan dikaitkan dengan adanya perubahan iklim global dan juga semakin gencarnya pemakaian bioenergi khususnya biofuel (biodiesel dan bioethanol).Menurut panitia konferensi, KTT diikuti sekitar 2.467 peserta. Di antara mereka terdapat 650 wartawan, 120 LSM dan 200 utusan dari organisasi di bawah naungan PBB. ( es / es )

Sumber: detikcom
Reports by Dr. Erizal Sodikin & Siti N. Mauludiah
Editor by Pramudya Sulaksono

Tuesday, May 13, 2008

Walikota Beragama Islam di Italia Suami Wanita Indonesia


Roma (ITALIA) Harian Italia, Il Corriere della Sera tanggal 18 April 2008 telah memuat sebuah artikel mengenai terpilihnya seorang suami warga Indonesia yang terpilih menjadi Walikota di Monte Argentario, Regione di Toscana, Italia, dengan judul ”Walikota Baru Argentario dari Partai Tengah-Kanan (Centrodestra) Pindah menjadi Islam karena Cintanya dengan Seorang Wanita Indonesia”.

Mohamed Arturo Cerulli yang akrab dipanggil Arturo akhirnya terpilih menjadi walikota (Sindaco) Monte Argentario yang baru dari partai politik Tengah-Kanan (centrodestra), Popolo della Liberta merupakan satu satunya Walikota di Italia yang beragama Islam. Arturo memeluk agama Islam karena cintanya dengan istrinya. Demikian laporan dari wartawan Il Corriere della Sera, Marco Gasperetti yang dimuat di harian tersebut tanggal 18 April 2008.

Sebelumnya Arturo mempunyai nama baptis, Il Cristianissimo Arturo dengan marga Cerulli. Arturo lahir di Porto Santo Stefano dan saat ini berusia 53 tahun dan berprofesi sebagai insinyur nuklir. Sewaktu menikah dengan istrunya istrinya, Arturo pindah agama menjadi Islam dan mengambil sumpah diatas Quar’an dan juga melakukan sirkumsisi dengan seorang rekannya yang seorang doktor Italia di Rumah Sakit Ortobello. Arturo menjelaskan bahwa agama dengan politik mempunyai arah arah yang berbeda’’.

Walikota yang baru untuk Comune di Monte Argentario ini, terpilih dengan suara 45,42% dan dinyatakan sudah memenuhi ketentuan dalam kelompok suara Liberta, dimana koalisi terdiri dari PDL (Partai Demokrat Liberta), UDC (Unita Demokrat Cristiani) dan Parpol Kanan dan dari Partai Lista Civiche. Ditambahkan lagi bahwa kemenangan ini dipromotori oleh para VIP. Menurutnya menjadi walikota adalah salah satu kehormatan baginya karena posisi ini sebelumya adalah salah satu kedudukan politik yang paling dihormati, karena pernah ditempati oleh Susanna Angelli, yang dianggap penduduk sebagai seorang yang berjasa besar di daerah tersebut. Arturo berharap agar posisi ini dapat memberikan inspirasi baginya. .

Arturo seblumnya berpandangan cenderung pesimis menjadi walikota mengingat Arturo telah pindah agama apalagi dengan nama Muhamed Arturo. Sebenarnya kepindahannya menjadi seorang muslim adalah ketika pada tahun 1988 pada saat Arturo bertugas di Indonesia dan bekerja dibagian pusat tenaga Nuklir yang tempatnya tidak jauh dari Jakarta. Arturo ingat bagaimana dirinya jatuh cinta dengan istrinya yang bernama Sri Semiarti yang akrab dipanggil Nunuk. Sebelumnya orang tuanya sangat menentang karena tidak setuju dengan keberadaan orang asing dirumahnya, apalagi beragama yang berbeda. Namun, karena demi cintanya kepada istrinya Arturo pindah agama. Namun, Arturo menekankan lagi bahwa pindah agama baginya adalah tanpa ada yang mengikatnya sebagaimana yang harus dilakukan oleh umat muslim.

Konon jikalau dirinya menjadi walikota, menurutnya tanda salib di setiap sekolah di daerah tersebut akan diturunkan, namun kenyataanya Arturo tidak pernah menyinggung masalah tersebut setelah menjadi walikota karena itu adalah kelakarnya saja, Namun diakuinya bahwa dirinya sangat senang masuk Islam.

Mohamed Arturo sebagai walikota sangat gembira dalam kehidupan keluarganya, Arturo saat ini sudah dikaruniai dua orang anak yang berumur 12 tahun dan 17 tahun yang akan memberikan kebasan untuk memilih agamnya sendiri. Harapan Arturo dengan menjadi Walikota ini adalah dapat mengembalikan situasi di Argentario seperti apa yang dialaminya sebagaimana posisi Susanna Agnelli pada tahun 80an yaitu dengan mengembangkan kembali daerah Monte Argentario menjadi daerah tujuan wisata yang lebih besar.

Sebagai perbandingan dengan Kota Roma, maka penduduk Monte Argentario berjumlah hanya 12.865 dengan Porto San Stefano sebagai kota utamanya dibandingkan dengan kota Roma yang berpenduduk sekitar 3 juta dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi maka daerah Argentario sangat tepat sebagai tempat peristirahatan dan pariwisata dengan pemandangan bukit dan pantai yang indah yang dapat ditempuh sekitar 2 jam dari Roma.

Masalah perbedaan agama agaknya masih menjadi sesuatu yang agak sensitif terhadap kehidupan politik dan sosial di Italia meskipun akhirnya Arturo tetap menjadi walikota pada akhirnya namun wartawan setempat agak banyak menyinggung mengenai kebiasaan negatif umat beragama lain seperti kebiasaan ybs dalam melakukan ibadah yang nihil dan joke mengenai bahwa dengan memeluk agama Islam maka ybs akan dapat beristri lebih dari satu. (sn/PSB/RM08)
Reports by Binsar Aritonang
Editted by Pramudya Sulaksono

Tuesday, April 29, 2008

Dubes RI Roma Serahkan 36 Paspor Kepada Anak dari Pasangan Kawin Campur Italia- Indonesia

Rasa haru menyelimuti wajah para ibu ketika Duta Besar RI Roma, Susanto Sutoyo ketika memberikan paspor kepada para 36 anak dari pasangan kawin campur antara Indonesia-Italia. “Akhirnya anakku menjadi menjadi Warga Negara Indonesia, anakku tidak lagi orang asing di negaraku”, demikian ungkapan dengan isak tangis seorang Ibu dalam acara yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma bekerjasama dengan organisasi KPC (Keluarga Perkawinan campuran) Melati Worldwide, dimana misi dan visi organisasi tersebut berada di bawah naungan “Aliansi Pelangi Antar Bangsa” (APAB), tim avokasi yang ikut andil memperjuangkan dwikewarganegaraan sejak bulan September 2002.

Acara Penyerahan paspor Indonesia dan Temu Muka yang mempertemukan antara Duta Besar RI Roma, Susanto Sutoyo dengan masyarakat Indonesia, dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 April 2008 di Vicenza. Acara antara lain dihadiri oleh lebih dari 116 orang, tidak saja dari keluarga pasangan kawin campur tetapi juga para mahasiswa yang sedang tugas belajar di Italia. Keluarga pasangan kawin campur Indonesia-Italia tersebut antara lain berasal dari berbagai wilayah utara Italia yaitu Udine, Taipana, Pordenone, Fiume Veneto, Castelfranco, San Dona Piave, Milano, Monza, Novara, Brescia, Bergamo, Piacenza, Mantova, Corbetta, Verbania, Torino, Sanremo, Bolzano, Forli, Lavis dan yang paling jauh dari Machi, menyatakan kebanggaan bisa bertemu dan menerima paspor anak langsung dari Dubes RI Roma.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI menyampaikan bahwa UU Kewarganegaraan No.12 Tahun 2006 bersifat konservatif, masih memegang azas tunggal kewarganegaraan sehingga dibatasi hanya sampai usia 18 tahun. Lahirnya UU ini tidak terlepas dari desakan kuat para warga kawin campur untuk dapat menampung permasalahan yang dihadapi. Harapan para Ibu masih terbuka kemungkinan disetujui dwi kewarganegaraan anak sampai seterusnya.


Ditambahkan pula bahwa menjalani hidup sebagai pasasangan kawin campur bukanlah hal yang mudah. Selalu ada hal-hal yang membuat berbeda antara lain latar masalah latar belakang budaya. Namun diharapkan masalah tersebut jangan menjadi kendala. Dengan masuk sebagai keluarga kawin campur, seharusnya sudah sejak awal sudah bisa menerima perbedaan tersebut sehingga dapat membina keluarga dengan baik. Manfaat dari dwi kewarganegaraan sangat besar, bukan hanya apabila kembali ke tanah air dapat segera kembali tanpa harus minta visa, namun yang penting memiliki daya perlindungan dan kepastian hukum yang jelas.

Dubes RI Roma juga mengharapkan agar dapat tumbuh tanggungjawab para orang tua khususnya para ibu, walaupun memang hak individual, untuk terus memberikan pelajaran tentang budaya Indonesia, namun paling tidak tetap mempertahankan budaya Indonesia. Kehidupan masyarakat Italia sebenarnya hampir sama dengan Indonesia, dekat dengan orang tua, sehingga tidak jadi kendala bagi para ibu dalam mendidik anak. Selanjutnya, Dubes RI Roma menambahkan bahwa keluarga kawin campur memberi peluang, mempermudah tugas KBRI yang senantiasa mendorong hubungan erat kedua negara. Untuk itu, bagi masyarakat Indonesia dan keluarga pasangan kawin campur, diminta tetap mendorong hubungan kedua negara tetap lancar dan mencoba setiap peluang yang ada.

Setelah penyerahan paspor, seorang wakil ibu memberikan sambutan bahagia atas disetujui dwi kewarganegaraan bagi anak-anak mereka. Mengungkapkan kebanggaan anak yang dikandung menjadi warga negara Indonesia walaupun sampai usia 18 tahun dan masih berharap diberikan pemerintah untuk selamanya. Dalam sambutannya, disampaikan juga harapan kiranya kepada para suami warga Italia, diberikan permanent resident oleh pemerintah Indonesia, seperti yang mereka peroleh di Italia, karena para suami juga sangat cinta Indonesia.

KBRI Roma telah memproses 59 usulan kewarganegaraan RI dan seluruhnya telah disampaikan kepada Departemen Hukum dan HAM, telah diperoleh 37 persetujuan. Persetujuan perdana dwi kewarganegaraan telah disampaikan langsung pada pertemuan di Milan bulan Oktober tahun yang lalu. Disela-sela acara, Fungsi Konsuler membuka Warung untuk layanan kekonsuleran bagi masyarakat Indonesia maupun keluarga Italia pasangan kawin campur. Saat itu dapat diselesaikan 49 layanan kekonsuleran terdiri dari pengajuan kewarganegaraan RI (9); visa sosial budaya (13); pergantian paspor lama (7); perpanjangan paspor (8) dan lapor diri (9). Demikian juga dilakukan Pendataan Pemilih untuk Pemilu 2009 bagi warga Indonesia yang selama ini belum mendaftar.


Reports by Rachmaida Ginting
Edited by Pramudya Sulaksono

Thursday, April 24, 2008

Konferensi Pers untuk Memperkenalkan Asosiasi Persahabatan dan Kerjasama Italia-Indonesia


Asosiasi Persahabatan dan Kerjasama Italia-Indonesia (Associazione per la Cooperazione, Economica e Sociale Tra L’Italia e L’Indonesia) telah mengadakan sebuah Konferensi Pers yang bertujuan memperkenalkan Asosiasi tersebut kepada publik di Italia pada tanggal 21 April 2008 bertempat di Sala Stampa del Parlemente, Camera dei deputati, Via della Missione 4, Roma, Italia.

Konferensi Pers antara lain dihadiri oleh Ketua Asosiasi Hon. Sandra Cioffi -- anggota Komisi III Chamber of Deputies Italia yang membawahi hubungan luar negeri -- dan Executive Board/Board of Administration Asosiasi yang terdiri dari anggota parlemen, pengusaha, akademisi, seniman dan budayawan, para Indonesianis (pecinta Indonesia) di Italia. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LB&BP) RI untuk Republik Italia, Malta, Cyprus dan Badan-Badan PBB FAO, IFAD dan WFP, Susanto Sutoyo juga berkesempatan hadir dengan didampingi oleh beberapa home staff KBRI Roma.

Dalam pernyataannya, Hon. Sandra Cioffi mengemukakan bahwa sudah saatnya melakukan aktivitas konkrit untuk memajukan kerjasama kedua negara melalui Asosiasi ini, sehingga diharapkan hubungan Italia-Indonesia akan semakin meningkat melalui kunjungan antara pejabat pemerintah, anggota Parlemen, wisatawan kedua negara. Untuk itu perlu adanya kerjasama yang erat di bidang budaya, peningkatan kerjasama antara Universitas antara kedua negara.

Selanjutnya, dalam sambutannya, Duta Besar RI Roma antara lain menyambut baik terbentuknya Asosiasi ini seraya menyampaikan bahwa di produk produk Italia sudah sangat populer di Indonesia. Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi pasar Italia sebagai penghubung untuk negara-negara di AsiaTenggara dan Pasifik, disamping itu Duta Besar RI juga mendorong masyarakat Italia untuk mengunjungi Indonesia yang kaya dengan budaya dan keindahan alamnya. Untuk itu Dubes RI percaya bahwa dengan terbentuknya Asosiasi ini maka jarak antara Indonesia dan Italia bukan merupakan kendala

Proses pendirian Asosiasi Persahabatan dan Kerjasama Italia-Indonesia ini memakan waktu cukup panjang, yaitu sekitar dua tahun dan secara administratif Asosiasi ini telah berdiri setelah penandatanganan MoU dan Statuta antara Ketua Asosiasi dengan Dubes RI Roma pada tanggal 10 Maret 2008 di KBRI Roma.

Aktivitas


Asosiasi Persahabatan dan Kerjasama Italia-Indonesia ini dibentuk atas dasar inisiatif pada level pemerintah dan parlemen untuk meningkatkan kontak dan saling kunjung antara anggota parlemen kedua negara sehingga dapat mendukung peningkatan kerjasama bilateral di bidang ekonomi, sosial dan budaya. Sementara pengaturan di dalam asosiasi ini dikoordinasikan melalui sektor dan kelompok-kelompok khusus yang dibentuk dengan harapan dapat lebih meningkatkan kerjasama di berbagai bidang.

Selanjutnya diharapkan juga bahwa Asosiasi akan secara aktif dapat melakukan promosi untuk peningkatan saling kunjung dan kerjasama (joint ventures) antara perusahaan-perusahaan Italia dan Indonesia melalui riset dan penggunaan kesempatan-kesempatan potensial termasuk bekerjasama dengan partner lokal dari Asosiasi. Pelaksanaan kegiatan tersebut akan selalu dikoordinasikan dengan lembaga-lembaga pemerintahan dari kedua negara dimulai dari perwakilan diplomatiknya.

Disamping itu, Asosiasi juga mengupayakan keterlibatan sebanyak mungkin perwakilan dari lembaga dan perusahaan Italia, termasuk di bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan, untuk memperkenalkan Asosiasi ini pada instansi Pemerintah Indonesia yang bergerak di bidang politik dan budaya untuk melakukan kunjungannya ke Italia.

Sementara tujuan lainnya adalah bahwa Asosiasi akan memberikan informasi baik kepada partner dan lembaga serta perusahaan yang terkait dengan asosiasi, mengenai kesempatan perdagangan dan investasi langsung yang ditawarkan oleh program pembangunan yang dikembangkan di Indonesia. Lebih lanjut Asosiasi juga akan mengorganisir dan mengkoordinasikan perusahaan-perusahaan Penanaman Modal Internasional Italia yang tertarik untuk mengembangkan usahanya di pasar internasional.

Hal yang perlu dipenuhi dari aktivitas ini adalah adanya melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga di tingkat lokal (Region, Provinsi and Comune), lembaga terkait, KADIN dan industri yang beroperasi di wilayah tersebut. Kesepakatan kerjasama antara Universitas, lembaga penelitian, dan lembaga studi strategis di Indonesia dan di italia untuk bersama-sama mengembangkan kerjasama dan penelitian di bidang-bidang strategis seperti energi, keamanan dan governance juga diharapkan akan terdorong.

Sebelumnya Asosiasi Persahabatan dan Kerjasama Italia-Indonesia ini beberapa kali telah beberapa mengadakan pertemuan antara lain pada tanggal 15 November 2006, bertempat di Sala San Claudio, Camera dei Deputati, Roma, Asosiasi telah mengadakan Pertemuan yang bertujuan untuk mempromosikan Asosiasi dihadiri oleh delegasi dari parlemen Indonesia, deputi, senator, jurnalis dan para pengusaha Indonesia. Pertemuan ini dihadiri pula oleh Duta Besar RI Roma. Kemudian pada tanggal 27 Maret 2007 bertempat di Sala delle Colonne, Camera dei Deputati, Roma, Asosiasi Italia-Indonesia ini juga telah mengadakan Pertemuan dan Presentasi Publik.

Program


Beberapa Program Asosiasi Persahabatan dan Kerjasama Italia-Indonesia yang telah dijadwalkan untuk tahun 2008 antara lain adalah melakukan Kunjungan Delegasi Italia (dengan Ketua Asosiasi) untuk melakukan pertemuan dengan para pejabat dan contact persons di Indonesia, sementara waktu dan tempat akan ditentukan kemudian. Pada Musim Gugur 2008 (September – Desember), Asosiasi akan mengadakan Konferensi Indonesia-Italia dengan tema : Peningkatan kerjasama antara kedua negara.

Seterusnya program program lainnya yang waktu dan tempatnya belum dipastikan antara lain adalah melakukan studi banding dengan mengirimkan pengusaha Italia ke Indonesia dan sebaliknya, Pertukaran kebudayaan dan pengetahuan antara dua negara dan peningkatan ICT (Information, Communication and Technology), Presentasi Produk Italia “Made in Italy” di setiap pameran di Indonesia serta mengadakan kursus pelatihan dan pengembangan untuk Asosiasi.

Asosiasi ini merupakan wahana potensial bagi pengembangan kerjasama antara Indonesia dan Italia yang apabila dikembangkan secara maksimal, akan membawa manfaat yang besar bagi Indonesia. Dengan pendirian Asosiasi ini, hubungan bilateral Indonesia dan Italia menjadi semakin erat karena Asosiasi ini dapat memfasilitasi kerjasama antara kedua negara di berbagai bidang pada tingkat grass root yang akan meningkatkan people-to-people contact.
Reports and Photo by Pramudya Sulaksono

Wednesday, April 9, 2008

Dubes RI Roma Resmikan Puskesmas Alba-Nizza di Gantiwarno, Klaten, Bantuan Warga Kota Alba dan Nizza, Italia

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LB&BP) Republik Indonesia untuk Republik Italia, Malta dan Siprus serta Badan Badan Dunia FAO, IFAD dan WFP yang berkedudukan di Roma, Susanto Sutoyo, pada hari Senin tanggal 7 April 2008 pukul 10.00 pagi, telah meresmikan Gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang bernama “Alba-Nizza” di Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang merupakan bantuan dari warga kota Alba dan Nizza Monferrato, Italia.

Dalam acara peresmian Puskesmas di Gantiwarno, Klaten ini Duta Besar RI antara lain disertai oleh Dr. Roberto Cerrato, Wakil Walikota Alba dan Dott. Maurizio Carcione, Walikota Nizza Monferrato menyerahkan Puskesmas tersebut kepada Pemda Kabupaten Klaten yang diwakili oleh Wakil Bupati Klaten, Samiadji mewakili Bupati Klaten dan disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah mewakili Gubernur Propinsi Jateng.

Bantuan Puskesmas “Alba-Nizza”, di Klaten ini merupakan bentuk kepedulian Masyarakat Italia khususnya warga Kota Alba dan Nizza Monferrato, Regione Piemonte, Italia kepada Indonesia, khususnya kepada masyarakat di Kecamatan Gantiwarno, Klaten setelah pada tanggal 27 Mei 2006 yang lalu tertimba musibah gempa bumi di Yogyakarta dan sebagian Provinsi Jawa Tengah yang telah menelan korban sekitar 6.500 jiwa, diantaranya tercatat 1.600 jiwa di Klaten, serta menghancurkan tempat tinggal penduduk sekitar 7.000 rumah.

Italia merupakan salah satu negara pertama yang datang membawa bantuan kemanuasiaan ke Klaten, mengingat konsentrasi bantuan luar negeri pada waktu itu banyak terkonsentrasi di Yogyakarta. Pada tanggal 1 Juni 2006 yang lalu, Pemerintah Italia yang dipimpin oleh Dr. Agosto Miozzo dari Italian Civil Protection Office memberikan bantuan kemanuasiaan yang dipusatkan di Kabupaten Klaten berupa 20 tenaga medis dan paramedis, 1 buah rumah sakit lapangan, tenda darurat dan 40 ton obat-obatan.

Sementara itu masyarakat di Italia, khususnya warga kota Alba dan Nizza Monferrato kemudian mengorganisir pengumpulan dana sukarela untuk diberikan kepada masyarakat Klaten. Dr. Cerato kemudian mendirikan INSIEME Per L’Indonesia (BERSAMA Untuk Indonesia) dan menyampaikan gagasannya kepada KBRI Roma untuk merealisasikan bantuan pembangunan sebuah Puskesmas di daerah tersebut.

Dr. Roberto Cerrato, Dott. Maurizio Carcione dan Mr. Severino dari INSIEME per L’Indonesia sejak bulan April 2007 telah mengadakan pertemuan dengan pihak Pemda Klaten guna membahas rencana pembangunan Puskesmas Gantiwarno dari puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap yang kemudian diikuti dengan penandatanganan MoU antara INSIEME dan LSM Lembaga Pengkajian Ekosistem (LPPE) dengan disaksikan oleh Bupati Klaten.

Pembangunan Puskesmas senilai €50.000 di Klaten ini diharapkan akan menjadi proyek awal dan dapat menjadi landasan yang kuat untuk kerjasama yang semakin baik dimasa mendatang antara Indonesia dan Italia, terutama antara Provinsi Jawa Tengah termasuk Kabupaten Klaten dan Kota Alba dan Nizza Monferarato di Regione Piemonte, Italia, sehingga terbuka kesempatan yang luas bagi peningkatan hubungan bisnis, kerjasama perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Reports by Pramudya Sulaksono
Photo by Bagus Rachmat

Friday, December 14, 2007

Indonesia Sumbangkan Benda Benda Seni Untuk Bakal Museum Imigrasi di Marsala, Sicilia, Italia



MARSALA - ITALIA, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma telah menymbangkan 3 (tiga) buah benda seni Indonesia kepada Comune di Marsala untuk selanjutnya akan disimpan dalam Museum Regional Imigrasi – Emigrasi di Marsala, Sicilia.

Penyerahan benda benda seni Indonesia tersebut adalah memenuhi permintaan Dott.ssa Domenica Miceli, Assessore/Pejabat Bidang Immigrasi, yang sedang mengumpulkan benda seni dari para berbagai misi diplomatik asing di Italia sehubungan dengan rencana pembukaan Museum Regional Immigrasi-Emigrasi di Sicilia pada th 2008.

Selanjutnya ketiga benda seni Indonesia tersebut diserahkan langsung dari Pramudya Sulaksono, Sekretaris I PSB KBRI Roma kepada Avv. Michele Milazzo, Wakil Walikota dan Mrs. Domenica (Mimma) Miceli, Pejabat Bidang Imigrasi Comune di Marsala pada tanggal 5 Desember 2007 pukul 10.00 waktu setempat berupa :

  • Seperangkat ANGKLUNG lengkap, ukuran kecil – alat musik tradisional Sunda dari bambu, yang merupakan sumbangan dari Sanggar Angklung Saung Mang Udjo, Bandung, Provinsi Jawa Barat
  • TIFA – sejenis gendang/alat musik dari Papua yang merupakan sumbangan dari kelompok kesenian etnis “Sampari Manokwari, Provinsi Irian Jaya Barat” ketika berkunjung ke KBRI Roma bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2006 lalu.
  • Kain IKAT dari Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan sumbangan dari Sdr. Noam Lazuardy, peserta magang tahun 2007 Angkatan XXXI dari Deplu RI

Dalam sambutan Wakil Walikota Marsala mengucapkan terima kasih atas sumbangan dari Indonesia dan mengharapkan dimasa depan dapat diadakan sister city, kerjasama turisme dan inisiatif lainnya antara kota Marsala dengan kota-kota di Indonesia, terutama berkenaan dengan tradisi dan kebudayaan. Wakil Walikota Marsala juga menyerahkan sebuah buku besar tetang Kota Marsala yang berjudul “Citta di Marsala – Libro Rosso” dan sebuah plakat yang disampaikan kepada KBRI Roma.

Sementara itu Sekretaris I PSB telah menyampaikan bahwa kedatangan ke Marsala adalah untuk mewakili Bapak Duta Besar RI yang berhalangan hadir guna menyerahkan ketiga benda-benda seni Indonesia tersebut untuk selanjutnya disumbangkan kepada Museum Regional Imigrasi dan Emigrasi Regione di Sicilia. Selanjutnya disampaikan juga bahwa dengan menyumbangkan benda benda seni ini diharapkan dapat dalam mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dengan Italia. Selain itu Sek I PSB juga menyerukan kepada pihak Italia untuk berkunjung ke Indonesia tahun depan mengingat pada tahun 2008 Indonesia akan mencanangkan Tahun Kunjungan Indonesia 2008 – Visit Indonesia Year 2008.

Berdasarkan informasi yang diperoleh maka perwakilan atau misi diplomatik asing di Italia diketahui bahwa baru KBRI Roma merupakan pihak asing yang pertama kali memberikan respon serta menyumbangkan benda benda seninya kepada pihak Comune. Menurut rencana museum akan dibuka sekitar bulan Oktober 2008 mendatang. Sehubungan dengan cepatnya respon yang mereka peroleh dari KBRI Roma maka pihak Comune di Marsala sangat berterima kasih kepada KBRI Roma seraya meminta agar lebih ditingkatkan lagi hubungan dengan kunjungan fungsi fungsi lain seperti Atase Perdagangan maupun Atase Pertanian di KBRI Roma dan bahkan yang lebih tinggi lagi yaitu kunjungan Bapak Duta Besar RI.

Setelah acara utama, yaitu penyerahan benda benda seni budaya Indonesia selesai dilakukan, Sek I PSB dan staf mendapat kesempatan keliling melihat kota Marsala yang dipandu oleh Sig.ra Bice Marino, Ketua Pariswisata Kota Marsala yang banyak menceritakan berbagai hal mengenai geopolitik, nilai-nilai historis, budaya serta mencicipi specialities kuliner masakan (cucina Siciliana) yang banyak dipengaruhi oleh bangsa bangsa di kawasan sekitar Mediterania seperti Yunani, Arab, Spanyol, Perancis dan Italia sendiri terutama hasil lautnya.

Masalah Imigrasi saat ini banyak dibicarakan di media cetak, elektronik dan tertulis di Italia. Masalah ini timbul sebagai salah satu polemik yang terjadi di Italia mengingat saat ini Italia disinyalir menjadi pintu masuk arus imigrasi ke Uni Eropa karena kondisi pantainya yang cukup luas di Perairan Mediterania. Pada umumnya gelombang Imigrasi tersebut berdatangan dari Afrika Utara dan Eropa Timur hendak menuju ke Eropa Barat.

Berbagai tindakan kriminalitas dan tindakan yang menimbulkan keresahan masyarakat lainnya mengangkibatkan masyarakat Italia menjadi xenophobia (sikap rasa takut terhadap golongan atau bangsa lainnya). Sikap ini banyak dihinggapi oleh Masyarakat Italia terutama kaum konservatif dan orthodox.

Namun sikap ini berbeda dengan Masyarakat Italia di Pulau Sicilia, terutama di Marsala. Masyarakat Sicilia lebih toleran dan welcome kepada kaum pendatang dibanding Masyarakat Italia di semenanjung. Dari hasil observasi sejarah dapat kita ketahui bahwa sejak ribuan tahun sebelum Masehi Pulau Sicilia dan kawasan Mediterania sudah menjadi ajang akulturasi budaya yang beragam yang tidak saja berpengaruh kepada budaya tetapi juga makanan dan bentuk bangunan. Bangsa-bangsa seperti Yunani, Punic, Romawi, Normandia, Spanyol, Arab telah memperkaya khasanah budaya di Pulau Sicilia.

Untuk itulah di Marsala segera akan dibuka Museum Imigrasi dan Emigrasi dibawah pengawasan Regione di Sicilia. Indonesia menjadi salah yang pertama memberikan kontribusi berupa 3 (tiga) buah benda benda seni untuk Museum tersebut diharapkan sebagai pembuka hubungan baik antar kedua negara dan peningkatan hubungan kedua negara untuk masa mendatang.

Reports by Yenni L. Calvi

Photo & Edited by Pramudya Sulaksono exclusively to My Chronicle

MapLoco


Visitor Map