Showing posts with label arts. Show all posts
Showing posts with label arts. Show all posts

Sunday, July 27, 2008

Penampilan Angklung SMA Negeri 3 Bandung Tampil Memukau di Bologna, Italia

Tepukan meriah penonton mewarnai penampilan Keluarga Paduan Angklung SMA Negeri 3 Bandung (KPA3) yang memadati Teatro Manzoni, Via De Monari, Bologna pada hari Kamis siang tanggal 24 Juli 2008 pukul 14.00 ketika Keluarga Paduan Angklung SMA Negeri 3 Bandung (KPA3) secara spektakuler melantunkan lagu-lagu baik lagu Italia seperti O Sole Mio atau lagu lagu Internasional lainnya seperti When You Believe, New York New York, La Vie En Rouge dan Santorini. Dengan disertai senyuman serta berbusana tradisional Indonesia dari berbagai daerah, penampilan KPA3 berulang kali mendapat pujian dari penonton Italia :“bravi!” (hebat!) atau “bellisima!” (bagus sekali!). Tidak hanya sekedar permainan musik angklung saja namun penampilan mereka juga diselingi beberapa tari tarian daerah daerah Indonesia lainnya.

Penampilan anak anak SMA 3 Bandung di Bologna ini dalam rangka mengikuti International Society for Music Education (ISME) 2008 Conference ke-28 (22 – 24 Juli 2008) salah satu konferensi musik bergengsi dunia yang menampilkan nuansa-nuansa musik dunia yang diikuti baik oleh anak anak maupun dewasa dari berbagai negara.

Setelah mengikuti ISME, KPA3 selanjutnya akan mengikuti serangkaian festival-festival lainnya di Italia antara lain : Norbanusfestival ke-12– La Cultura del Folklore per la pace dei popoli di kota kota seperti Norma, Termoli, Maenza dan Frascati mulai tanggal 24 Juli - 31 Juli 2008 kemudian disusul dengan Rassegna Internazionale del Folklore ke-31 di Castiglione del Lago (Perugia) serta Festival Internazionale del Folklore “Colli Cimini” tanggal 31 Juli 2008 - 5 Agustus 2008 dan kembali ke tanah air tanggal 7 Agustus 2008.





Rombongan KPA3 ke Italia ini berjumlah 35 orang yang terdiri 26 perempuan dan 9 (sembilan) laki laki termasuk seorang guru pembimbing dan 5 (lima) orang official yang merupakan alumnus SMA 3 Bandung dengan diketuai oleh Burhannudin Sutisna. Kedatangan mereka ke Italia adalah dalam rangka melakukan lawatan misi kesenian dan kebudayaan Indonesia di luar negeri setelah sebelumnya tampil dalam International Festival Petras di Athena, Yunani pada tanggal 16-17 Juli 2008. Sebelumnya KPA3 juga pernah mengadakan lawatan misi kesenian serupa di beberapa negera seperti Jerman, Perancis, Belgia, Skotlandia, Polandia dan Ceko.

Disamping itu misi utama mereka adalah dalam rangka memperkenalkan kebudayaan Indonesia melalui kesenian angklung dan tari-tarian daerah (folklor), sehingga diharapkan Indonesia dapat lebih dikenal di Italia serta diharapkan Indonesia dapat menjadi tempat alternatif tujuan wisata masyarakat Italia khususnya di daerah-daerah yang sedang dan akan didatangi misi kesenian Indonesia tersebut.



All photos by Pramudya Sulaksono

Tuesday, June 24, 2008

Seminar Tentang Awal Mula Pentas Kesenian Bali (Indonesia) di Luar Negeri


Sejalan dengan Pementasan I Made Djimat di kota Bergamo, bekerjasama dengan Universitas Roma Tre, Tetro Tascabile juga telah menyelenggarakan suatu seminar yang berjudul “Paris/Artaud/Bali” yang diperesentasikan oleh Prof. Nicola Savarese, dosen Fakultas Sastra dan Filosofi Universitas Roma Tre, Roma, pada tanggal 13 Juni 2008 pukul 18.00 dengan diikuti oleh sekitar 50 (lima puluh) orang peserta, terutama dari pemerhati masalah dunia teater dan budaya.

Dalam Seminar tersebut dibahas mengenai tokoh yang bernama Antonin Artaud, seorang komedian, aktor teater, penulis dan sutradara Perancis yang lahir di Marseilles, tanggal 4 September 1896 dan meninggal di Paris tanggal 4 Maret 1948. Dalam bukunya yg berjudul “Il Teatro e il suo doppio” (Teater dan rangkapannya), Artaud mengemukakan kekagumannya pada teater Bali.

Prof. Savarese pada kesempatan itu juga mengucapkan terima kasih kepada KBRI Roma yang telah diwakili oleh Sek I dan staff dalam seminar ini. Pada seminar itu juga telah dipertunjukkan slide show mengenai materi yang berhasil dikumpulkan oleh Prof. Saverese, yang memaparkan data data tentang keadaan tahun 1920-an, ketika Artaud menonton kesenian Bali untuk yang kalinya di Paviliun Belanda dalam Exposition Coloniale (Colonial Expo) Internasional di Paris, tahun 1931. Sebelumnya juga pernah diadakan Colonial Expo serupa di Marseilles pada tahun 1906, namun hanya bersifat nasional (Perancis).

Colonial Expo Internasional yang diselenggarakan di Paris pada tahun 1931 diadakan di Bosco di Vincennes et Lago Daumaesnil, dengan dibangun berbagai bangunan dengan corak arsitektur ala jajahan masing-masing negara Eropa dalam ukuran yang sebenarnya dan berbentuk paviliun. Sebagai contoh pemerintah Inggris membangun paviliun berbentuk Taj Mahal, Perancis membangun paviliun Angkor Wat di Kamboja, Italia membangun paviliun seperti rumah model Somalia sedangkan Belanda membangun paviliun seperti puri di Bali.

Pada setiap paviliun ini diadakan atraksi penduduk pribumi untuk menarik para penonton dengan harapan agar para penonton paviliun ini timbul niatnya untuk berkunjung ke tanah jajahan mereka, sehingga diharapkan akan mendatangkan devisa pemasukan juga bagi negara yang menjajah. Paviliun Belanda pada waktu itu antara lain mendatangkan penari-penari dari Bali, dari sinilah Artaud pertama kalinya menonton pertunjukan tari Bali sehingga timbul kesimpulan bahwa kesenian Bali pertama kali dipagelarkan di luar negeri adalah di Colonial Expo tersebut.

Para periode sebelum perang dunia pertama, banyak negara Eropa yang menyeberang samudera untuk mencari daerah kolonial baru dengan tujuan pendudukan daerah kolonial mereka.


Source/Reports : Yenni L. Calvi

Editor : Pramudya Sulaksono

Photo : www.chez.com

MapLoco


Visitor Map